Pertemuan Haru Dua Bersaudara di Pengadilan Negeri Padang, Kenangan Masa Lalu Kembali Mengalir

 

Suasana haru mewarnai halaman Pengadilan Negeri Padang pada Senin, 2026. Dua bersaudara, Yufantri (69), yang akrab disapa Daan, dan adiknya Afridon (52)

PADANG Editor— Suasana haru mewarnai halaman Pengadilan Negeri Padang pada Senin, 2026. Dua bersaudara, Yufantri (69), yang akrab disapa Daan, dan adiknya Afridon (52), akhirnya bertemu kembali setelah sekian lama terpisah. Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga membuka kembali pintu kenangan panjang keluarga.

Tangis tertahan pecah saat keduanya berpelukan erat. Yufantri, mantan Kepala Biro Pegawai PT Semen Padang, terlihat tak mampu menyembunyikan rasa emosionalnya. Usianya yang kini 69 tahun tak mengurangi ingatan kuat tentang masa kecil, keluarga, serta kehangatan persaudaraan yang dulu pernah padam oleh jarak.

“Perasaan haru itu datang begitu saja,” ujar Afridon, menirukan ungkapan sang kakak. Dalam pelukan yang lama, keduanya saling bertukar cerita—tentang masa-masa bersama sepupu mereka, almarhum Dafris Januari, sahabat dekat Yufantri; tentang perjalanan hidup; hingga nostalgia perjumpaan terakhir keluarga saat buka bersama pada 2024 di rumah keponakan mereka, drg. Fitri Marlina di Kampung Jambak, Kelurahan Koto Lalang, Kota Padang.

Bagi Yufantri, pertemuan itu seperti membuka album lama. Banyak kenangan keluarga yang kembali berputar: masa kecil, canda tawa, hingga perjalanan panjang hidup mereka. Meski kini kesehatannya mulai melemah, terutama terkait daya ingat dan kemampuan arus listrik yang dulu ia kuasai semasa bekerja, Yufantri tetap mampu mengenali adiknya dengan hangat.

“Sudah lama kami tidak berjumpa,” ujar mereka hampir bersamaan. Terakhir, mereka bertemu saat kabar duka meninggalnya sepupu mereka, Dafris, pada tahun 2000. Setelah itu, jarak dan kesibukan membuat silaturahmi terputus hampir dua dekade.

Namun hari itu, di halaman pengadilan, ruang waktu serasa runtuh. Yang tersisa hanyalah dua saudara yang kembali menemukan rumahnya pelukan, air mata, dan ikatan darah yang tak pernah hilang.


**


Posting Komentar

0 Komentar