Solok Editor — Sebuah pondok remang-remang di kawasan Lubuk Lasih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi perhatian publik setelah diduga kuat menyediakan praktik prostitusi terselubung. Lokasi yang dikenal sebagai pondok baremoh itu disebut beroperasi hampir 24 jam dan ramai dikunjungi terutama selepas Lebaran.
Salah seorang perempuan pekerja, sebut saja D (32), mengaku tarif layanan dibanderol Rp150.000 per tamu. Ia menyebut ada pembagian hasil dengan seorang mucikari yang dikenal warga sebagai Mami N perempuan paruh baya yang mengelola aktivitas di pondok tersebut.
Menurut D , sewa bilik hanya Rp50.000, sementara sisanya dibagi antara dirinya dan Mami N
“Pondok ini buka 24 jam. Lebaran kemarin ramai sekali. Orang bisa, kenapa kita tidak bisa,” ujar Mami Nasir, Senin, 23 Maret 2026, pukul 19.45 WIB.
Keberadaan tempat ini dikhawatirkan memicu keresahan warga. Mereka berharap aparat segera bertindak untuk menjaga ketertiban dan mencegah dampak negatif di lingkungan sekitar.
Modus ‘Kopi Hitam’ Rp5.000: Hawa Dingin Lubuk Lasih Diduga Picu Prostitusi Kilat
Dalam penelusuran lain, warga menyebut adanya modus warung kopi sederhana di sekitar lokasi. Para lelaki datang dengan alasan “minum kopi hitam” seharga Rp5.000, namun sebagian diduga diarahkan ke bilik pondok remang-remang yang berada tidak jauh dari situ.
Informasi yang dihimpun menyebut Beritaeeitorial.com pondok tersebut menyediakan layanan singkat dengan perempuan muda dan berpenampilan menarik. Aktivitas ini berlangsung hampir setiap malam, terlebih karena hawa dingin Lubuk Lasih membuat banyak pengendara singgah untuk “menghangatkan badan”.
Warga mengaku resah karena aktivitas tersebut berada di tepi jalan dan terkesan dibiarkan.
Hingga kini belum ada langkah penertiban resmi dari aparat terkait. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan kepolisian segera turun tangan untuk menindak kegiatan yang dianggap merusak citra kawasan tersebut.
**tim


0 Komentar