![]() |
PADANG.Editor – Sejumlah warung makan di kawasan depan Polresta Padang pada Minggu, 22 Februari 2026, menjadi sorotan masyarakat karena tetap beroperasi pada siang hari di bulan Ramadan. Deretan warung seperti Warung Putra Tunggal dengan kelambu hijau, Warung Putri Kembar, Warung Sate Ajo, Warung Ante Mina, hingga Warung Ibun.warung Lis terlihat melayani pembeli secara terbuka.
Padang selama ini dikenal sebagai kota beriman, bahkan memiliki ikon kawasan Taman Iman Bonjol di pusat kota. Namun pada hari ke-4 puasa ini, aktivitas warung yang tetap buka dinilai mencederai suasana Ramadan.
Wali Kota Padang Fadly Amran disebut belum memberikan respons terkait fenomena ini, sehingga menuai komentar keras dari masyarakat.
Tokoh masyarakat Arjohan menegaskan bahwa pemerintah kota tidak boleh diam.
“Walikota Padang harus segera menutup warung yang buka terang-terangan siang hari. Ini bulan puasa, harus ada ketegasan,” ujarnya
Hal senada disampaikan tokoh ulama Syafrijon. Ia menilai sikap tegas diperlukan untuk menjaga kekhusyukan ibadah warga.
“Wali Kota Padang harus bertindak. Jangan biarkan warung makan buka siang hari di depan Polresta. Harga diri umat Islam harus dihormati. Jangan hanya slogan iman,” tegasnya.
Sejumlah warga yang melintas di kawasan tersebut turut menyayangkan keadaan ini. Mereka menilai keberadaan warung terbuka siang hari mencederai nilai-nilai penghormatan terhadap umat yang sedang berpuasa.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah kota belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah penertiban warung makan pada siang hari selama Ramadan.
**Afridon


0 Komentar