Agam, Editor— Dua proyek peningkatan jalan yang dikerjakan PT Aura Mandiri Sejahtera di Kabupaten Agam kembali menuai sorotan. Hingga memasuki Februari 2026, progres pekerjaan jauh dari target, meski masa kontrak dikabarkan berakhir pada Desember 2025.
Proyek bernilai lebih dari Rp13,1 miliar itu berada di bawah kendali PPK 1.5 Satker PJN Wilayah I Sumbar, BPJN Sumatera Barat, mencakup:
![]() |
| Material.Batu di temukan Besar Besar |
Preservasi Jalan Dama Gadang–Durian Jantung (R.09.030)
Peningkatan Jalan Ujung Guguk–SP Kuranji (R.11.048)
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan pekerjaan belum bergerak signifikan.
Lokasi Sepi, Tak Ada Pekerja
Dalam pantauan Beritaeditorial.com pada Sabtu (31/1/2026) di Nagari Durian Kapeh Darussalam, tidak satu pun pekerja terlihat. Badan jalan masih berupa hamparan material sirtu dengan ukuran batu yang tidak lazim—mencapai 30–40 cm, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
![]() |
| Kondisi Jalan Lunak |
Sejumlah warga membenarkan bahwa pekerjaan sudah berhenti sejak beberapa hari.
“Tiga hari ini tidak ada orang bekerja. Rabu masih ada aktivitas,” ujar Mayuni, warga Jorong Bukik Batu Apuang.
Warga lain, Dof, juga menyampaikan hal serupa. “Kamis masih ada yang bekerja, Jumat sudah tidak lagi.”
Diduga Abaikan Tahapan Teknis
Warga menilai pengerjaan terkesan terburu-buru. Tahapan pembersihan badan jalan disebut belum maksimal, namun material sudah langsung dihamparkan. Kondisi material pun dinilai janggal.
“Sirtu biasanya bercampur batu kecil, ini malah batu besar-besar,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait mutu dan ketepatan penggunaan anggaran negara.
Kontraktor Mengelak, Data Tak Sinkron
Saat dikonfirmasi, Dino, perwakilan PT Aura Mandiri Sejahtera, menyebut proyek dikerjakan dengan skema multiyears. Namun ketika ditanya soal papan informasi proyek yang tidak mencantumkan masa pelaksanaan, ia hanya menjawab akan mengecek ulang.
“Nanti saya tanyakan ke anggota, biar diperbaiki,” ujarnya singkat.
Dino juga menjelaskan struktur pekerjaan yang meliputi lapisan sirtu, agregat kelas A, lalu pengaspalan. Namun ketika ditanya mengenai keterlambatan pekerjaan jika kontraknya tahun tunggal, ia menghindar.
“Kalau itu ke owner saja, takut salah penyampaian,” katanya.
PPK Belum Beri Respons
PPK 1.5, M. Nasir Nurdin, ST., M.Si., yang bertanggung jawab memastikan kesesuaian fisik proyek dengan penggunaan anggaran negara, belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan, meski sudah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Masyarakat Desak Penyelesaian
Warga berharap proyek segera tuntas dan dikerjakan sesuai standar, mengingat kondisi jalan tersebut merupakan akses vital warga.
“Kalau dibangun, bangunlah yang bagus. Jangan asal jadi. Kami yang pakai setiap hari,” ucap seorang warga.
**Afridon




0 Komentar