![]() |
| Forum Wartawan Parlemen (FWP) Kabupaten Padang Pariaman menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.00 WIB |
Padang Pariaman — Forum Wartawan Parlemen (FWP) Kabupaten Padang Pariaman menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.00 WIB di Sekretariat DPRD Padang Pariaman. Rapat berlangsung solid dengan penegasan pentingnya pers yang sehat dan profesional menghadapi momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Ketua FWP, Yenni Laura, menegaskan tema nasional HPN 2026 “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” harus benar-benar dihidupkan oleh insan pers di Padang Pariaman.
“Pers Padang Pariaman harus sehat. Dengan begitu ekonomi daerah bisa meningkat. Kita harus efisiensi anggaran dan menjaga marwah daerah,” tegas Yenni yang sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 1983 dan menulis di sumbartoday.com.
Didampingi Sekretaris FWP Warman dari Harian Koran Padang (pemegang UKW Utama), ia mengingatkan pentingnya kekompakan organisasi.
“Kita jaga nama organisasi dan daerah. Apalagi kita memakai seragam hitam identitas Padang Pariaman, jadi harus kompak,” tegas Warman.
Bendahara FWP, Amelia, wartawan muda yang enerjik, menekankan pentingnya disiplin iuran dan penguatan dana sosial.
“Iuran bulanan harus lunas. Ini untuk kemandirian organisasi,” ujarnya.
Afridon Mohon Doa, Siap Berangkat Hadiri HPN 2026 di Banten
Wartawan senior Afridon menyampaikan kesiapan mengikuti rangkaian HPN 2026 di Banten pada 7–9 Februari.
“Mohon doa. Besok saya berangkat naik bus dari Padang Pariaman ke Banten. Kita harus jaga nama daerah, kompak, dan hadir sebagai bagian dari pers nasional,” ujarnya.
Rapat kemudian dilanjutkan di kantor Persatuan Wartawan Padang Pariaman bersama Yusrizal Effendi dan Abdul Saril (TVRI). Seluruh peserta sepakat memperkuat peran pers dalam membangun daerah.
“Kita harus kompak membangun Padang Pariaman,” tegas mereka.
Padang Pariaman Bidik Trofi Abyakta: John Kenedy Azis Siap Tampilkan Gagasan Kebudayaan di HPN 2026
Dalam momentum HPN 2026, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menorehkan prestasi nasional. Ia resmi masuk 10 besar finalis Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, menjadi satu-satunya wakil Sumatera Barat yang lolos ke tahap final.
John akan memaparkan gagasan dan rekam jejak pemajuan budaya daerah pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta, sebelum puncak HPN 2026 di Banten.
Direktur Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyatakan penilaian bukan sekadar konsep.
“Kami menilai rekam jejak dan dampaknya. Setiap kepala daerah harus benar-benar memahami apa yang mereka bangun,” tegas Yusuf.
Padang Pariaman dinilai konsisten dalam pemajuan budaya—mulai dari pelestarian tradisi Minangkabau, penguatan ekraf, hingga memperkuat identitas lokal berbasis partisipasi masyarakat. Program ini relevan dengan UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
John akan bersaing dengan wali kota dan bupati dari Malang, Samarinda, Blora, Manggarai hingga Manokwari untuk memperebutkan Trofi Abyakta, penghargaan tertinggi PWI.
Tahun ini, Anugerah Kebudayaan PWI mengangkat tema:
“Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.”
Jika lolos presentasi, John akan menerima penghargaan pada puncak HPN 9 Februari 2026 di Banten.
Padang Pariaman kembali menegaskan diri di panggung nasional—baik lewat kekompakan wartawannya maupun kiprah sang bupati dalam memajukan budaya daerah.

.jpg)
0 Komentar