Tragedi Pasaman: Lansia Penjaga Tanah Diserang Penambang Ilegal

 

pengeroyokan brutal terhadap Nenek Saudah (70), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Pasaman.

Pasaman.Editor — Kepolisian Daerah Sumatera Barat memastikan pengejaran terhadap enam pekerja tambang emas ilegal (PETI) yang diduga melakukan pengeroyokan brutal terhadap Nenek Saudah (70), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Pasaman.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa kasus ini telah ditangani serius.“Kasus sudah diproses, para pelaku sedang dalam pengejaran,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Berawal dari Teguran, Berakhir Percobaan Pembunuhan

Insiden terjadi Kamis (1/1/2026) ketika Nenek Saudah menegur para penambang ilegal yang menggali tanah miliknya. Teguran awal sempat menghentikan aktivitas PETI, namun selepas Magrib para pelaku kembali beroperasi diam-diam.

Merasa tanahnya kembali dirusak, korban mendatangi lokasi tambang seorang diri. Di tengah perjalanan gelap, ia mendadak dihujani lemparan batu sebelum dikeroyok oleh enam pelaku. Korban dipukuli hingga terjatuh dan ditinggalkan dalam kondisi nyaris tak bernyawa.

Para pelaku bahkan sempat berucap bahwa korban “sudah meninggal”.

Dibuang ke Semak, Bangkit di Tengah Malam

Sekitar pukul 22.00 WIB, tubuh korban dibuang ke semak-semak di tepi sungai. Ajaibnya, pada pukul 01.00 WIB, ia tersadar dan dengan tubuh penuh memar merangkak pulang ke rumah.

Keluarga menemukan korban tergeletak tak berdaya dan segera membawanya ke RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping. Dokter menyebut korban mengalami memar berat di wajah, benturan keras di kepala, dan trauma fisik serius.

Koalisi Sumbar Pulih: Negara Gagal Lindungi Warga

Kasus ini memicu kemarahan publik. Koalisi Sumbar Pulih mengecam keras aksi sadis tersebut dan menilai negara gagal melindungi warga dari praktik PETI yang kian brutal.

“Ini bukan sekadar penganiayaan. Ini kejahatan lingkungan yang terorganisir. Jaringan PETI harus dibongkar sampai ke aktor intelektualnya,” tegas koalisi dalam pernyataan resmi.

Koalisi mendesak:

Kapolri melakukan audit kinerja Polda Sumbar terkait maraknya PETI.

Mendagri mengevaluasi Gubernur dan kepala daerah yang dinilai lemah mengawasi aktivitas tambang ilegal.

Presiden RI memerintahkan penghentian total PETI di Sumbar dan audit kerusakan lingkungan.

Alarm Kemanusiaan di Balik Tambang Ilegal

Kasus Nenek Saudah mengungkap wajah kelam konflik sumber daya alam di Sumbar. Di balik kilau emas ilegal, tersimpan kekerasan, ancaman, dan nyawa warga yang dipertaruhkan.

Polisi kini fokus memburu para pelaku pengeroyokan serta menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam jaringan PETI di Pasaman.


**Afridon

Posting Komentar

0 Komentar