Afridon, Sang Pena Tajam: Jurnalis Padang yang Tak Pernah Lelah Mengejar Fakta

 

Beritaeditorial.com, Afridon

Padang, Editor— Di tengah dinamika dunia jurnalistik Sumatera Barat, nama Afridon berdiri sebagai salah satu sosok paling disegani. Lahir di Padang pada 23 Juni 1974, ia mendapat julukan “Sang Pena Tajam”, sebuah gelar yang tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan lahir dari kerja keras, ketekunan, dan integritasnya sebagai wartawan.Kamis 8 Januari 2026

Ia dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat kompeten pada 5–6 Juli 2024, dengan penguji senior Khairul Jasmi, tokoh pers ternama di Sumbar. Sejak itu, Afridon semakin mantap menapaki dunia jurnalistik yang telah menjadi bakat dan panggilan jiwanya.

Markas Jurnalis, Tempat Ide Lahir.Sebagai jurnalis lapangan, Afridon dikenal memiliki banyak “markas” tempat ia berdiskusi, menyusun angle liputan, dan melakukan pertemuan pra-wawancara. Beberapa di antaranya:
Polresta Padang
Warung Manin
Markas Berok
Elsa Café
Kantor PWI
Warkop Santosa
Warung depan PU Provinsi Sumatera barat
Di lokasi-lokasi inilah ia bersama rekan-rekan seperti Mebri Tanjung, Syafrijon, dan Darmen (Rajo Alam) kerap berkumpul merumuskan liputan dan menguji akurasi informasi sebelum turun ke lapangan.

Kehidupan Pribadi: Sederhana, Taat, dan Pekerja Keras

Di balik ketegasannya di lapangan, Afridon adalah sosok keluarga. Ia memiliki istri bernama Shinta, bekerja di bidang farmasi, serta dua anak, Sarah dan Zahra, yang kini menetap di Pariaman.
Ia dikenal taat ibadah di Masjid Munawarah Berok, sebuah tempat yang menjadi energi spiritual baginya.

Kerja Sama Media dan Jejak Profesional

Melalui media tempatnya bernaung, Beritaeditorial.com, Afridon menjalin kerja sama pemberitaan dengan:

Pemerintah Kota Pariaman
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman
Bank Nagari
Perusahaan BUMN & BUMD se-Sumatera Barat

Bahkan, ia berencana menghadiri Hari Pers Nasional di Banten pada 9 Februari 2026, sebuah bentuk komitmennya untuk terus berkembang.

Semangat Mengabdi di Lapangan

Afridon tidak hanya tajam dalam tulisan, tetapi juga disiplin menjaga kebugaran. Ia rutin berolahraga lari 20 menit di GOR Haji Agus Salim setelah meliput. Sebelum ke lapangan, ia selalu menegakkan prinsip: siap mental, siap data, dan taat pada kode etik jurnalistik.

Liputan Terbaru: Ketahanan Pangan & Infrastruktur Sumbar

Dalam tugas terbaru, Afridon menyoroti program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor).

Kepala Disbuntanhor, Ir. Afniwirman, melalui Kepala UPTD Balai Mekanisasi dan Sarana Prasarana Pertanian, Syofrinaldi, memaparkan perkembangan Program Ketahanan Pangan Nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan:

Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT)
Jalan Usaha Tani (JUT)

Afridon juga menggali fakta pembangunan besar lainnya, termasuk Proyek Universitas Andalas yang dikerjakan oleh Satker PPS Sumbar dan dilaksanakan PT Andica Parsaktian Abadi. Proyek yang dimulai 28 Agustus 2025 kini memasuki tahap finishing.

Project Manager Andica Parsaktian Abadi, Andry, memastikan seluruh bangunan siap dimanfaatkan masyarakat.

Afridon & Darmen: Duo Pemburu Fakta

Dua jurnalis yang dijuluki:

Darmen – Rajo Alam

Afridon – Rajo Bungsu

kini terus melakukan penelusuran informasi yang nantinya akan disajikan sebagai laporan mendalam, termasuk sejumlah proyek strategis di Sumbar.

Tegas pada Etika: 11 Kode Etik Jurnalistik Jadi Kompas Hidup

Sebagai wartawan yang menjunjung tinggi integritas, Afridon memegang teguh 11 Kode Etik Jurnalistik, mulai dari independensi, anti-plagiarisme, melindungi narasumber, hingga kewajiban ralat berita.

“Jurnalis itu amanah. Tulisan kita harus membawa kebenaran, bukan kepentingan,” ujarnya dalam sebuah diskusi redaksi.


**

Posting Komentar

0 Komentar