![]() |
| prostitusi terselubung di sejumlah titik di wilayah Kota Serang Jumat 2 Januari 2025 pukul 09.29 Wib |
Serang, Editor— Aktivitas prostitusi terselubung di sejumlah titik di wilayah Kota Serang dan sekitarnya kembali menjadi sorotan. Meski tidak ada lokalisasi resmi di Banten, praktik ini diduga terus berlangsung di area publik, kos-kosan, hingga ruko yang dialihfungsikan. Jumat 2 Januari 2026. Pukul 09.29 Wib
Pemantauan lapangan dan catatan berbagai sumber memperlihatkan sedikitnya lima kawasan yang kerap menjadi lokasi mangkal pekerja seks komersial (PSK) maupun tempat berlangsungnya transaksi.
![]() |
| Kota Serang Banten |
1. Alun-alun Kota Serang
Area sentral kota yang ramai pada siang hari ini berubah fungsi pada malam hari. Di titik yang minim penerangan, sejumlah perempuan diduga menawarkan jasa kepada pengunjung. Kondisi ini membuat warga sekitar resah karena menurunkan citra kota.
2. Terminal Kepandean (Bekas Pasar/Terminal)
Kawasan yang sudah lama tidak aktif sebagai terminal ini sering dilaporkan menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Ruko dan bangunan kosong di sekitarnya disebut menjadi lokasi bertemunya PSK dan pelanggan.
3. “Gedung Putih” Jalan Raya Serang–Cikande
Tempat yang berada di dekat Terminal Pakupatan dan Lampu Merah Bogeg ini pernah menjadi sasaran razia aparat. Puluhan kamar diduga disewakan untuk transaksi prostitusi harian. Meskipun telah ditertibkan, aktivitas serupa disebut masih terjadi secara sporadis.
4. Kos-Kosan di Rajeg, Kabupaten Tangerang
Wilayah Rajeg dikenal memiliki banyak kos-kosan murah. Di beberapa titik, aparat pernah mengungkap praktik prostitusi kelas kos-kosan yang melibatkan mucikari dan pelanggan yang datang secara tertutup.
5. Warung Hiburan Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung, Jawilan
Polisi setempat sebelumnya menggerebek beberapa warung remang-remang di kawasan ini. Tempat tersebut diduga menjadi lokasi transaksi antara mucikari dan PSK, memanfaatkan ruang bilik tertutup yang sulit diawasi.
Aparat Diminta Bertindak Tegas
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah dan kepolisian untuk melakukan penertiban menyeluruh. Praktik prostitusi liar dinilai mencoreng wajah Banten sebagai daerah religius dan mengganggu ketertiban umum.
Warga berharap razia tidak hanya sesaat, tetapi disertai pemantauan berkelanjutan agar lokasi-lokasi tersebut tidak kembali beroperasi.
**Afridon.





0 Komentar