Pariaman, Editor—Di balik layar pemberitaan yang hangat dan cepat, tak banyak yang tahu bahwa seorang jurnalis kadang harus menulis di tengah rasa sakit. Begitulah yang dialami Afridon, wartawan Beritaeditorial.com yang kini tengah menjalani perawatan akibat asam urat akut yang menyerang kakinya.
Senin (10/11/2025) dini hari, sekitar pukul 11.16 WIB,
Afridon Beli Obat Ananda di Simpang Tabuik, Kota Pariaman. Raut lelahnya tampak jelas, namun senyumnya tetap tersungging ciri khas jurnalis lapangan yang jarang mengeluh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam uratnya meningkat. 11.5 Ia pun diberi resep Allopurinol 300 mg, Allopurinol 100 mg, dan Diclofenac Sodium untuk meredakan nyeri dan menurunkan kadar asam urat dalam darah. Total biaya pengobatan tak lebih dari Rp15 ribu, tapi maknanya jauh lebih dalam — sebuah langkah kecil menuju pemulihan dari penyakit yang kerap menyerang pekerja keras.
“Rasanya seperti ditusuk-tusuk di pergelangan kak dan.Udem bengkak kaki Sebelah kanan,” ujar Afridon pelan. “Tapi saya tetap ingin cepat sembuh, biar bisa turun lapangan lagi.”
Menurut Asisten Apotik Nanda Ria gejala yang dialami Afridon disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat akibat konsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, dan seafood. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu pembengkakan dan peradangan sendi yang parah.
Kini, Afridon diminta istirahat total, mengompres kaki dengan air dingin, dan menjaga pola makan. Namun bagi seorang jurnalis yang terbiasa bergerak cepat, diam bukan hal mudah.
Meski sedang dalam masa pemulihan, Afridon tetap memantau berita melalui ponselnya. Ia sesekali mengirim pesan ke rekan-rekan redaksi, menanyakan update liputan dan headline hari ini. “Sekarang saya cuma bisa nulis dari rumah,” ujarnya sambil tersenyum.
Semangat Afridon menjadi cerminan bahwa profesi jurnalis bukan sekadar pekerjaan — melainkan panggilan jiwa. Di tengah nyeri dan bengkak, ia masih memikirkan berita, masyarakat, dan kebenaran yang harus terus disuarakan.
“Doakan cepat sembuh,” katanya singkat. “Biar pena ini bisa kembali menulis dari lapangan, bukan dari tempat tidur.”
** tim



0 Komentar