Aldelia Rahma, Pelajar SDN 10 Durian Jantung yang Tewas Diduga Akibat Bullying, Kini Kasusnya Diselidiki Polisi

Aldelia Rahma, murid kelas 4 SD Negeri 10 Durian Jantung dan warga Korong Koto Kaciak, Nagari III Koto Aur Malintang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang pada 21 Mei 2024 akibat luka bakar yang diduga terkait perundungan di sekolahnya



Padang Pariaman, Editor – Aldelia Rahma, murid kelas 4 SD Negeri 10 Durian Jantung dan warga Korong Koto Kaciak, Nagari III Koto Aur Malintang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang pada 21 Mei 2024 akibat luka bakar yang diduga terkait perundungan di sekolahnya.


Peristiwa tragis ini terjadi saat pelajaran olahraga, ketika guru olahraga meminta para siswa untuk gotong royong membersihkan kelas. Dalam kegiatan tersebut, Aldelia diduga dibakar oleh salah satu teman sekelasnya.


Saat itu, mereka menyalakan api untuk membakar sampah yang dikumpulkan siswa. Dalam situasi ini, seorang murid laki-laki diduga menyiramkan bahan bakar pertalite ke tubuh Aldelia, yang langsung menyulut api dan membakar pakaiannya.


Guru olahraga, Joni Waldat, menceritakan kejadian pada Rabu (28/2/2024) tersebut. Pada hari kejadian, murid kelas 4 diajak gotong royong membersihkan sekolah; murid perempuan membersihkan dalam kelas sementara yang laki-laki membersihkan bagian luar, ujarnya.


Salah seorang guru menyalakan api untuk membakar sampah yang dikumpulkan siswa. Saat pembakaran sampah itu, siswa mengelilingi api dan melemparkan sampah. Seorang murid laki-laki sengaja menyiramkan bahan bakar minyak tanah ke tumpukan sampah, yang kemudian mengenai tubuh Aldelia. Angin kencang membuat api menyambar pakaian Aldelia.


“Ketika api sudah membakar pakaian korban, dia berteriak minta tolong. Saya berjarak sekitar 4 meter, lalu saya mengejar dan memadamkan api yang membakar pakaian olahraga Aldelia Rahma dengan tangan, hingga tangan saya juga terbakar,” kata Joni Waldat.


Melihat peristiwa itu, murid-murid lainnya panik dan berhamburan. Aldelia berusaha mencari air untuk menyiram tubuhnya, namun sayangnya kamar mandi terkunci karena ada guru yang sedang membersihkan WC. Api terus membakar pakaiannya hingga ia berlari ke ruang kelas.


Setelah api berhasil dipadamkan oleh guru-guru sekolah, Aldelia langsung dibawa ke Puskesmas Batu Basa, lalu dirujuk ke RSUD Lubuk Basung, dan akhirnya ke RSUP M Djamil Padang. Namun, luka bakar yang dialami terlalu parah dan nyawanya tidak tertolong.


Kepala sekolah, Asmaniar, menyatakan pihak sekolah sangat peduli dengan musibah yang dialami muridnya. “Kami mengantarkan dia berobat ke puskesmas, merujuk ke RSUD Lubuk Basung, dan mengurus rujukan ke RSUP M Djamil Padang.


Kami juga mengaktifkan kembali kartu BPJS Aldelia yang sempat tidak aktif. Sekolah telah mengeluarkan biaya lebih dari Rp14 juta, ditambah bantuan dari 23 sekolah lainnya sebesar Rp10 juta, total Rp24 juta untuk pengobatan Aldelia,” ungkap Asmaniar.


Kepala Dinas Pendidikan, Anwar, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. "Meskipun telah diupayakan pengobatan secara maksimal, Aldelia Rahma menghembuskan napas terakhirnya dalam perawatan," ujarnya. Kasus ini kini sedang dalam penyelidikan oleh Polres Kota Pariaman.


Pihak keluarga korban telah melaporkan orang tua pelaku dan pihak sekolah ke Polres Pariaman. Kakak sepupu korban, Media Madona, menyatakan keluarga menginginkan keadilan terkait kasus ini.


"Kami telah menunggu itikad baik dari keluarga pelaku dan pihak sekolah, namun tidak tampak sama sekali. Kami sepakat menempuh jalur hukum," ujarnya.


Wakapolres Kota Pariaman, Kompol Jon Hendri, mengonfirmasi laporan dari pihak korban telah diterima. "Kasus ini akan diselidiki secara mendalam untuk memastikan pihak korban mendapatkan keadilan," katanya.


Peristiwa ini menjadi sorotan publik, dan Polres Pariaman berjanji akan mengawal kasus ini dengan maksimal.



**  Afridon


.

Posting Komentar

0 Komentar