![]() |
| Jurnalis Afridon berada Sungaj Batang Suliti, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, |
Solok Selatan .Editor -Tokoh masyarakat Muhammad Ridwan meminta pelaksanaan pembangunan pengendalian banjir Batang Suliti, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal serta tidak mengambil material batu dan pasir dari sungai setempat.
Menurut Muhammad Ridwan, proyek bernilai Rp11,534 miliar yang bersumber dari APBN 2026 tersebut harus dilaksanakan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta kualitas pekerjaan.
![]() |
| Plang Proyek |
“Material jangan diambil dari sungai setempat. Batu dan pasir harus diperhatikan sumbernya. Kita juga minta pekerjaan ini mengutamakan tenaga kerja lokal agar masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat pembangunan,” ujar Muhammad Ridwan.
Ia menegaskan, pembangunan pengendalian banjir Batang Suliti tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga harus memperhatikan ketepatan waktu dan mutu konstruksi.
![]() |
| Pekerja dalam Keadaan Istirahat |
“Kita harus tepat waktu dan mutu pekerjaan harus dijaga. Jangan sampai proyek selesai, tetapi kualitasnya tidak sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.
Pekerja Wajib Gunakan Alat Pelindung Diri
Selain menyoroti material dan tenaga kerja, Muhammad Ridwan juga meminta kontraktor memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) selama berada di lokasi proyek.
Pekerja harus dilengkapi rompi keselamatan, sepatu pelindung, dan helm sesuai standar keselamatan kerja.
Menurutnya, keselamatan pekerja merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan pembangunan, terlebih pekerjaan pengendalian banjir memiliki risiko di lapangan.
“Pekerja harus memakai baju pelindung diri, rompi, sepatu, dan helm. Keselamatan harus diutamakan. Jangan sampai pekerja mengabaikan perlindungan saat bekerja,” katanya.
Proyek Rp11,534 Miliar Dikerjakan 240 Hari
Pembangunan sarana dan prasarana pengendalian banjir Batang Suliti dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Batanghari Provinsi Sumatera Barat.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp11.534.000.000, dengan nomor kontrak HK0201-B/Bws5.10.1/2026/03 yang ditandatangani pada 4 Mei 2026.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Anugrah Abadi sebagai kontraktor, dengan konsultan pengawas PT Ika Adya Perkasa KSO CV Dharmas Mitra Consultant.
Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 240 hari kalender.
Muhammad Ridwan berharap pembangunan pengendalian banjir Batang Suliti benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perlindungan kawasan dari ancaman banjir.
Ia juga meminta pihak pelaksana dan pengawas memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan keselamatan kerja.
“Harapan kita, pekerjaan ini dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, berkualitas, dan melibatkan masyarakat lokal. Anggaran negara yang cukup besar ini harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Muhammad Ridwan.
**Afridon




0 Komentar