![]() |
| Suasana sore di kawasan Muara Lasak, dekat Tunggu Perdamaian, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/8/2026), |
PADANG . Editor — Suasana sore di kawasan Muara Lasak, dekat Tunggu Perdamaian, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/8/2026), berlangsung meriah.
Grup musik CMS Celoteh Minang Sesama yang dipimpin Tommy Tiroi tampil menghibur pengunjung di Galeri Cafe Live Musik Pantai Muara Lasak.
Alunan musik Minang membuat suasana semakin hidup. Pengunjung tampak menikmati hiburan sambil bersantai menikmati suasana pantai.
Tommy Tiroi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pertemuan bulanan yang sengaja dikemas lebih meriah. Selain musik live, kegiatan juga diisi dengan lomba sederhana, yakni lomba sendok yang membawa kelereng.
“Ini merupakan pertemuan bulanan. Kali ini kita meriahkan dengan musik live dan lomba sendok di atas kelereng,” ujar Tommy Tiroi.
Yang menarik, para personel dan peserta tampil dengan nuansa pakaian merah dan putih. Busana tersebut sekaligus membawa suasana menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Lomba kelereng pun berlangsung penuh canda dan ketegangan. Para peserta berusaha menjaga kelereng agar tetap berada di atas sendok hingga mencapai garis finis.
Dalam perlombaan tersebut, Fuji bersama rekan-rekannya tampil sebagai pemenang. Salah seorang peserta bahkan terlihat mengenakan kaca mata hitam yang menambah semarak suasana perlombaan.
Meski sempat muncul protes mengenai hasil perlombaan, keputusan akhir tetap diterima sebagai hasil bersama.
Tommy Tiroi menegaskan, pemenang telah ditetapkan melalui keputusan bersama.
“Walaupun ada protes, pemenangnya sudah ditetapkan. Itu merupakan keputusan bersama,” kata Tommy Tiroi.
Bagi CMS Celoteh Minang Sesama, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Pertemuan bulanan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menikmati musik Minang, sekaligus membangun kebersamaan antarsesama anggota dan rekan.
Di tengah hembusan angin Pantai Padang, musik Minang, tawa peserta lomba, serta warna merah putih yang mendominasi pakaian, sore di Muara Lasak pun berubah menjadi sebuah perayaan kecil yang penuh keakraban.
Musik menyatukan, lomba mencairkan suasana, dan kebersamaan menjadi cerita yang dibawa pulang.
** Afridon.


0 Komentar