![]() |
| Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan seluruh persiapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 telah rampung. Sebanyak 73 nagari di 16 kecamatan |
Padang Pariaman Editor– Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan seluruh persiapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 telah rampung. Sebanyak 73 nagari di 16 kecamatan siap melaksanakan pemungutan suara dengan dukungan penuh aparat keamanan, penyelenggara, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi terakhir menjelang pelaksanaan Pilwana di Kantor Bupati Padang Pariaman. Seluruh aspek teknis mulai dari distribusi logistik, kesiapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), hingga skema pengamanan dinyatakan telah sesuai dengan rencana.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan, Pilwana bukan sekadar memilih pemimpin nagari, tetapi juga menjadi momentum memperkuat demokrasi dan menjaga persatuan masyarakat.
"Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun semangat persaudaraan harus tetap dijaga. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat nagari," tegasnya.
Ia mengajak seluruh warga untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada demi kelangsungan pembangunan nagari.
Pilwana Serentak 2026 akan digelar di 73 nagari, terdiri atas 57 nagari yang berada di wilayah hukum Polres Padang Pariaman dan 16 nagari di wilayah hukum Polres Pariaman. Sementara Nagari Kasang belum mengikuti pemungutan suara serentak karena masih menunggu pemenuhan persyaratan administrasi dan akan dijadwalkan pada waktu berikutnya.
Dari sisi keamanan, Plt Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari memastikan sebanyak 249 personel kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan seluruh tahapan Pilwana.
Personel akan ditempatkan di TPS serta titik-titik yang dinilai membutuhkan pengamanan ekstra. Kepolisian juga mengoperasikan command center untuk mempercepat koordinasi apabila terjadi kendala di lapangan.
"Hasil pemetaan menunjukkan terdapat tujuh nagari yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Karena itu, pengamanan di wilayah tersebut akan diperkuat agar seluruh proses berjalan aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Padang Pariaman Nurhayati memastikan seluruh logistik Pilwana, mulai dari kotak suara, surat suara, bilik suara hingga dokumen pendukung, telah didistribusikan ke seluruh nagari.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan namanya telah tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Warga yang hanya membawa KTP namun tidak terdaftar dalam DPT tidak dapat menggunakan hak pilihnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, penggunaan telepon genggam di dalam bilik suara dilarang guna menjaga kerahasiaan pilihan pemilih.
DPMD menegaskan seluruh tahapan Pilwana dilaksanakan berdasarkan regulasi yang berlaku untuk menjamin independensi, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan demokrasi di tingkat nagari.
Apabila terjadi sengketa hasil pemilihan, penyelesaiannya akan dilakukan sesuai mekanisme yang telah diatur. Sengketa dapat diajukan apabila selisih perolehan suara paling banyak dua persen dari total suara sah, dengan penyelesaian melalui Badan Musyawarah (Bamus) Nagari.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap Pilwana Serentak 2026 berlangsung aman, damai, jujur, dan demokratis serta menghasilkan wali nagari yang mampu membawa kemajuan, kesejahteraan, dan memperkuat persatuan masyarakat di seluruh nagari.
**Afridon


0 Komentar