![]() |
| Sejumlah warga dan pelaku wisata mengungkap keberadaan titik-titik rawan aktivitas maksiat atau prostitusi terselubung di kawasan pesisir Anyer |
Anyer, Kabupaten Serang Editor— Sejumlah warga dan pelaku wisata mengungkap keberadaan titik-titik rawan aktivitas maksiat atau prostitusi terselubung di kawasan pesisir Anyer. Informasi ini muncul dari laporan masyarakat yang melihat maraknya praktik ilegal di area yang minim penerangan dan pengawasan. jumat 6 Februari 2026 pukul 19.48 Wib
Berikut lokasi-lokasi yang disebut paling rawan:
1. Sepanjang Jalan Raya Anyer–Carita
Zona Bandulu – Cikoneng – Cinangka disebut sebagai jalur yang paling sering digunakan untuk aktivitas gelap. Banyak penginapan non-formal, warung remang, hingga area gelap dekat pantai yang diduga menjadi tempat transaksi.
2. Sekitar Pantai Sambolo dan Hotel Non-Resmi
Meski hotel-hotel besar relatif aman, beberapa penginapan kecil yang tidak terdaftar resmi disebut menjadi titik favorit oknum untuk melakukan pertemuan terselubung tanpa identitas.
3. Kawasan Pantai Karang Bolong (Sisi Barat)
Area gelap dekat tebing karang yang jauh dari pantauan petugas diduga sering dipakai untuk transaksi malam hari.
4. Pantai Cikoneng – Kampung Nelayan
Akses masuk yang mudah dan area pantai yang sepi menjadikan lokasi ini rawan digunakan untuk aktivitas maksiat tersembunyi.
5. Jalur Tikus Pantai Marina – Marbella Lama
Lorong gelap menuju pantai, yang jauh dari titik patroli, disebut warga sebagai lokasi yang paling sering menjadi tempat pertemuan tidak resmi.
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera melakukan penertiban, termasuk razia rutin, penutupan penginapan tak berizin, serta pemasangan lampu penerangan di titik rawan.
“Kalau tidak cepat ditangani, citra wisata Anyer bisa rusak,” kata salah seorang tokoh masyarakat.
**


0 Komentar