Setahun JKA–Rahmat, Padang Pariaman Melesat

 

Padang Pariaman.Editor — Satu tahun kepemimpinan Dr. H. John Kenedy Azis dan Rahmat Hidayat menjadi periode penuh dinamika bagi Padang Pariaman. Deretan program inovatif hingga penanganan bencana besar menjadi ujian sekaligus pembuktian arah baru pemerintahan daerah ini.

Kebijakan penataan sosial dimulai dari pembatasan operasional hiburan malam melalui SKB 23.30 WIB yang langsung memperkuat ketertiban dan nilai religius masyarakat. Di sektor pendidikan, sistem lima hari sekolah dan program seragam gratis bagi 6.859 siswa SD menjadi langkah nyata membantu masyarakat.

Pembangunan fisik berjalan dengan pendekatan sosial lewat Goro Akbar, gotong royong massal yang berhasil menghidupkan solidaritas warga. Normalisasi Batang Ulakan hingga penanganan kawasan rawan banjir dilakukan dengan kolaborasi ribuan masyarakat.

Di lapangan, Bupati JKA aktif melakukan sidak puskesmas, sekolah hingga kantor camat, memastikan pelayanan publik benar-benar bersih dan responsif. Sementara sektor ekonomi bangkit lewat gelaran festival budaya seperti Festival Juadah Toboh Gadang dan pacu kuda yang mendorong UMKM naik kelas.

Capaian besar hadir melalui deklarasi Padang Pariaman sebagai wilayah Open Defecation Free (ODF) pada April 2025, penegasan komitmen pada sanitasi dan kesehatan masyarakat.

Ujian terberat terjadi pada akhir 2025 ketika banjir dan longsor besar menimbulkan kerugian Rp3,65 triliun. Dalam situasi darurat, JKA–Rahmat turun langsung menyalurkan bantuan hingga daerah terisolasi. Lobi strategis ke pemerintah pusat menghasilkan dukungan signifikan, mulai dari 74 unit huntara hingga dana Rp500 miliar untuk pemulihan SPAM.

Kinerja pemerintah daerah mendapat pengakuan nasional: Opini WTP ke-12, penghargaan KPPN, Anugerah PWI 2026, serta penetapan Makam Syekh Burhanuddin sebagai Cagar Budaya Nasional.

Peran PKK, ninik mamak, alim ulama hingga komunitas menjadi energi kolektif yang memperkuat langkah pemerintah.

Setahun pemerintahan JKA–Rahmat menjadi pijakan awal menuju Padang Pariaman yang berkarakter, tangguh, dan semakin progresif. Pemerintah menegaskan, pembangunan tak hanya tentang infrastruktur, melainkan menghadirkan masyarakat yang kuat secara sosial dan siap menghadapi tantangan masa depan


**Afridon



Posting Komentar

0 Komentar