SMSI Angkat Sejarah dan Budaya Banten di Peringatan HPN 2026

 

 

peran Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten, sebagai tokoh kunci yang menanamkan fondasi peradaban, penyebaran Islam, dan tradisi budaya di Banten

Banten, Editor — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan komitmennya merawat sejarah dan kebudayaan daerah melalui kegiatan Ekspresi Budaya dan Sejarah Banten dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan Masjid Agung Banten dan kompleks Keraton Banten, Jumat (6/2/2026), pusat peradaban Kesultanan Banten tempo dulu.

Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Makali Kumar, SH, MH, bersama pengurus dan anggota SMSI dari berbagai provinsi hadir mengikuti agenda budaya bertema “Merajut Akar Peradaban, Situs Budaya Daerah dari Banten untuk Indonesia Emas 2045.”

Acara dibuka oleh Bendahara SMSI Provinsi Banten, Irwandi, yang menegaskan pentingnya menjadikan situs sejarah sebagai ruang refleksi perjuangan dan identitas bangsa, khususnya bagi insan pers.

“Kawasan Keraton Banten ini adalah saksi keteguhan Kesultanan Banten dalam menolak tunduk kepada kolonial Belanda. Meskipun kesultanan dihancurkan, semangat kedaulatan tidak pernah padam,” tegas Irwandi saat memandu ekspedisi budaya.

Irwandi juga menekankan peran Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten, sebagai tokoh kunci yang menanamkan fondasi peradaban, penyebaran Islam, dan tradisi budaya di Banten.

Kegiatan budaya ini menjadi bagian dari rangkaian HPN 2026 yang digelar pada 6–8 Februari 2026, bertujuan memperkuat peran pers dalam menjaga ingatan kolektif bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Dari SMSI Sumatera Barat, hadir sejumlah pengurus dan anggota, di antaranya Zulnadi, Guspen Khairul, Eko Yance, Mebri Tanjung, Afridon Rajo Bungsu, Syamsu Rijon, dan Darmen Rajo Alam, yang mengikuti seluruh agenda dengan antusias.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar