PSK Marak di Jembatan Tinggi Tanah Abang, Tarif Terbuka dan Modus Beragam Ganggu Ketertiban

 

Aktivitas pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Jalan Jembatan Tinggi Raya No. 09, Tanah Abang, Jakarta Pusat Selasa 10 /2 /2026

Jakarta. Editor— Aktivitas pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Jalan Jembatan Tinggi Raya No. 09, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memicu keresahan warga. Pantauan tim investigasi Beritaeditorial.com pada Selasa, 10 Februari 2026 pukul 07.38 WIB, sejumlah PSK sudah terlihat mangkal sejak pagi dengan terang-terangan menawarkan tarif.

Lokasi Mangkal PSK Tanah Abang Jakatta pusat
Selasa 10 Fenbruari 2026

Para PSK memasang harga antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, bahkan beberapa menawarkan paket lengkap dengan sewa kamar short time Rp30 ribu. Salah seorang PSK bernama Tika mengakui bahwa kamar bisa disewa cepat dan murah. Sementara Rani, PSK lainnya, mematok tarif Rp200 ribu dan menyebut banyak pelanggan datang saat pagi dan malam.

Modus Beragam: Jual Rokok, Jual Teh, hingga Duduk Minta Bayar

Selain menawarkan jasa secara langsung, beberapa PSK menggunakan modus lain seperti berpura-pura berjualan rokok, teh manis, atau kopi. Bahkan ada yang hanya duduk menunggu lalu meminta “uang rokok” Rp50 ribu kepada warga atau pengendara yang berhenti.

Pedagang sekitar mengeluhkan kondisi ini. Lapak-lapak pedagang tidak tertata, sementara keberadaan PSK membuat kawasan makin semrawut. Seorang pedagang menyebut , “Tanah Abang jadi contoh tidak baik. Sudah ramai pedagang, PSK ikut mangkal pula, makin kacau.”

Penampilan Mencolok di Area Publik

Pantauan di lokasi juga menunjukkan banyak PSK mengenakan pakaian seksi, ketat, dan mencolok, terlihat jelas di pusat keramaian. Kondisi ini mengganggu kenyamanan warga, terutama keluarga yang melintas di kawasan tersebut.

Beberapa PSK bahkan memakai jamu tertentu untuk menjaga stamina dan “rapat”, menurut pengakuan Rani  WIB kepada tim investigasi.

Minim Penertiban

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penindakan berarti dari aparat Satpol PP atau pihak terkait. Aktivitas ini dikhawatirkan terus berlangsung dan merusak citra Tanah Abang sebagai pusat perdagangan terbesar di Indonesia.

Warga berharap pemerintah kota segera bertindak tegas sebelum situasi semakin tidak terkendali.

**

Posting Komentar

0 Komentar