![]() |
| Di dalam bus, duduk berdampingan para jurnalis lintas media Se - Sumatera bersama Afridon Kamis 5 februari 2026 pukul 07.48 Wib |
Palembang.Editor langit Sumatera Selatan masih berkabut tipis ketika Bus Gumarang perlahan meninggalkan terminal. Mesin menderu, roda berputar, dan rombongan jurnalis Sumbar memulai perjalanan panjang menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten. Namun tak ada yang menduga bahwa perjalanan ini akan berubah menjadi catatan penting tentang kondisi negeri dan ketangguhan para pewarta kamis 5 Februari 2026
Di dalam bus, duduk berdampingan para jurnalis lintas media
Afridon, Yuddy Malay, Mebri Tanjung, Yuamran, Syamsu Rijon, Darmen Rajo Alam, dan rekan-rekan lain. Wajah-wajah yang terbiasa menghadapi deadline kini bersiap menghadapi lintasan panjang Jalan Lintas Sumatera — Jalinsum — yang kondisinya disebut warga “lebih tua daripada umur pembangunan.”
Ketika Jalan Jadi Ujian
Begitu bus meninggalkan wilayah Sumbar, getaran pertama muncul. Disusul guncangan kedua. Lalu hentakan keras ketiga yang membuat sebagian penumpang refleks berpegangan. Jalinsum, seperti kata orang, selalu punya caranya menyapa: lubang menganga, aspal retak, dan gelombang jalan yang memaksa sopir menjadi akrobat mendadak.
“Kami kayak naik kapal di tengah badai,” celetuk salah satu jurnalis sambil tertawa kecil, berusaha mengusir tegang.
Afridon, yang sejak awal mencatat kondisi perjalanan, menggeleng pelan.
“Jalinsum benar-benar tidak sedang baik-baik saja. Banyak lubang yang membuat bus harus mengerem mendadak. Ini ancaman keselamatan nyata,” tuturnya.
Namun seperti perjalanan hidup, semakin jauh melaju, semakin tajam ujian yang datang. Saat menjelang malam, pencahayaan minim, jalan gelap, dan lubang jalan yang seperti perangkap tak terlihat membuat suasana beberapa kali menegang.
Solidaritas yang Tumbuh dari Guncangan
Tapi justru dalam situasi seperti itu, kehangatan muncul. Obrolan antarsesama jurnalis tidak pernah putus. Berbagai kisah liputan — dari banjir, kriminalitas, bencana, sampai cerita konyol saat salah naik mobil patroli — mengalir begitu saja.
Yuddy Malay tertawa ketika mengenang liputan masa lalu. Namun ia lalu menatap serius.
“Ini potret kehidupan wartawan. Lelah, tapi kita tetap bersama. Perjalanan ini bukan cuma soal sampai tujuan, tapi membuktikan bahwa solidaritas jurnalis itu nyata.”
Di kursi belakang, Mebri Tanjung memandang keluar jendela, gelap menghampar.
“Kita menuju HPN, tempat kita bicara tentang masa depan pers. Tapi di jalan kita menghadapi kenyataan pahit masyarakat: jalan rusak, kondisi membahayakan. Ini harus dicatat. Bukan keluhan, tapi fakta,” tegasnya.
Yuamran dan Syamsu Rijon mengangguk.
Mereka tahu, pekerjaan jurnalistik tak cuma di meja redaksi atau panggung acara — ia hadir di jalanan yang terjal, dalam risiko perjalanan, dalam kesunyian malam yang panjang.
Darmen Rajo Alam menambahkan,
“Kadang perjalanan seperti ini lebih ‘jujur’ daripada konferensi pers mana pun. Jalannya retak, tapi semangat kita tidak.”
Gelap, Lelah, Tapi Tak Menyerah
Ketika malam semakin larut, lampu bus memantulkan bayangan wajah-wajah lelah, namun tidak ada yang tertidur pulas. Setiap guncangan, setiap suara rem, setiap hentakan, membuat perjalanan ini terasa seperti ujian mental.
Bus Gumarang terus melaju, menembus gelap Jalinsum yang seolah tak berujung. Namun di dalamnya, tekad para jurnalis justru semakin terang.
Mereka sadar:
Perjalanan ini adalah bagian dari cerita.
Sebagian dari liputan.
Sebagian dari profesi.
Sebagian dari pengabdian.
Lebih dari Sekadar Perjalanan
Sesampainya nanti di Kota Serang, publik mungkin hanya melihat jurnalis berdiri rapi, memegang mikrofon, mencatat kutipan pejabat, atau melaporkan rangkaian agenda HPN.
Yang jarang terlihat adalah ini
perjalanan panjang yang ditempuh dengan bau solar, guncangan jalan, rasa kantuk, kekhawatiran, dan tawa yang menjadi obat lelah.
Di jalan yang retak, para jurnalis Sumbar membuktikan satu hal penting:
meski aspal bisa pecah, semangat pers tidak pernah pata
Dan mungkin, justru di jalan rusak itulah, makna sejati dari peringatan HPN muncul
** Afridon


0 Komentar