Suasana Unik di Masjid Raya Nurul Huda Pilubang, Khutbah Masih Berbahasa Arab dan Beduk Setia Memanggil Jamaah

 


Padang Pariaman Editor — Suasana yang berbeda terasa di Masjid Raya Nurul Huda, Korong Pilubang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Jumat (9/1/2026). Di tengah era digital dan pengeras suara modern, masjid ini tetap mempertahankan tradisi lama: panggilan salat menggunakan pukulan beduk.

Suasana Unik di Masjid Raya Nurul Huda Pilubang, Khutbah Masih Berbahasa Arab dan Beduk Setia Memanggil Jamaah

Menjelang waktu salat Jumat, dentuman beduk menggema keras, menjadi penanda bagi warga untuk segera menuju masjid. Tradisi ini kini jarang ditemukan, namun di Nurul Huda masih dijaga sebagai warisan budaya keagamaan setempat.

Dalam pelaksanaan khutbah, sang khatib tetap menggunakan bahasa Arab secara penuh. Khutbah diawali dengan pembacaan selawat Nabi, dilanjutkan dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an, lalu ditutup dengan doa kepada Allah yang dipanjatkan khusyuk.

Para jamaah terlihat khidmat mengikuti rangkaian ibadah, menyimak setiap bacaan yang dilantunkan. Bagi sebagian jamaah, atmosfer klasik ini memberikan kekhusyukan tersendiri, membangkitkan nuansa keislaman yang kuat seperti masa-masa dahulu.

Tradisi unik di Masjid Raya Nurul Huda ini menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak selalu menghapus nilai budaya. Di Pilubang, warisan itu tetap hidup, terawat oleh masyarakat dan menjadi bagian dari identitas keagamaan setempat.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar