![]() |
| Dugaan rekayasa kasus kembali mencuat ke permukaan. Fenomena ini disebut sudah menjadi “rahasia umum”, |
Pasaman Editor -Dugaan rekayasa kasus kembali mencuat ke permukaan. Fenomena ini disebut sudah menjadi “rahasia umum”, terutama ketika pihak-pihak yang terlibat memiliki kekuatan uang dan akses ke lingkaran kekuasaan. Dalam banyak kasus, pejabat hingga aparat penegak hukum dituding ikut bermain, memutar fakta, dan menekan kebenaran demi kepentingan tertentu.
Kondisi ini membuat hukum tampak hanya tegas kepada masyarakat kecil, namun melemah ketika berhadapan dengan mereka yang bermodal dan berkedudukan. Ungkapan “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas” kembali menggema, menjadi cermin betapa rapuhnya prinsip keadilan di negeri ini.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap nenek Saudah—yang disebut berkaitan dengan penolakannya terhadap aktivitas tambang ilegal—menjadi contoh terbaru yang mengetuk nurani publik. Di balik teriakan rakyat kecil, muncul kecurigaan bahwa kebenaran sengaja dikubur oleh kekuatan uang dan permainan oknum
Tagar #KeadilanTajamKeBawah, #RekayasaKasus, #HukumTumpulKeAtas, hingga #SuaraRakyat menggema sebagai bentuk perlawanan. Masyarakat menuntut transparansi, kejujuran, dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba memelintir fakta—baik yang berseragam maupun yang berkedudukan.
Ketidakadilan tidak boleh dibiarkan berdiri. Rakyat menuntut hukum yang benar-benar hidup untuk semua, bukan hanya bagi mereka yang memiliki kekuatan.
Kebenaran tidak boleh kalah oleh uang.Suara rakyat adalah panglima.
** tim


0 Komentar