47 Paket JITUT Agam–Bukittinggi Selamat dari Bencana

 

Padang, Editor — Di tengah hantaman bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah Sumatera Barat pada November 2025, ada kabar baik dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. Sebanyak 47 paket pekerjaan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) dipastikan selamat dari kerusakan dan tetap berfungsi normal untuk kebutuhan petani.

Kepastian itu ditegaskan Syastra Lasmana, Koordinator Pekerjaan JITUT wilayah Agam–Bukittinggi, UPTD BMSPP Disbuntanhor Sumbar, saat ditemui wartawan di Kantor UPTD BMSPP, Selasa 6 januari 2026

“Walaupun lokasi sempat tergenang banjir, Alhamdulillah semua jaringan JITUT aman. Longsor tidak sampai mengenai fisik pekerjaan,” ujar Syastra yang akrab disapa Ata.

Ia menyebutkan, sejumlah titik pekerjaan memang berada di kawasan rawan, seperti Salareh Aia, Agam Barat, dan Agam Timur. Meski banjir dan longsor menerjang, struktur irigasi yang dibangun tetap utuh dan dapat difungsikan tanpa hambatan.

Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Berat

Ata tidak menampik, cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu membuat pekerjaan di lapangan berjalan penuh tantangan. Akses transportasi terputus, material terhambat, dan progres pembangunan sempat melambat.

“Distribusi material tersendat karena jalan rusak dan akses tertutup. Tapi syukurnya semua hambatan bisa diatasi. Seluruh paket tuntas tepat waktu pada akhir 2025,” katanya.

Program Strategis Pendukung Ketahanan Pangan

Ia menegaskan, JITUT adalah program strategis pemerintah pusat yang menyentuh langsung kebutuhan dasar petani, terutama dalam penyediaan air irigasi. Karena itu, ketahanan konstruksi di tengah cuaca ekstrem menjadi indikator penting keberhasilan.

“Ini bukti bahwa perencanaan teknis kita matang dan pengawasan di lapangan berjalan efektif. Di tengah bencana, jaringan irigasi tetap berdiri kuat untuk mendukung ketahanan pangan,” tegasnya.

Dengan selesainya 47 paket JITUT tanpa kerusakan, petani di Agam dan Bukittinggi dipastikan dapat menjalankan musim tanam berikutnya tanpa kendala pasokan air. Sebuah capaian penting, khususnya setelah Sumatera Barat diguncang bencana besar yang memutus banyak sarana vital masyarakat.


**Afridon


Posting Komentar

0 Komentar